🍻 Perhatikan Diagram Pembentukan Bayangan Alat Optik X

PembentukanBayangan pada Cermin Datar Pada saat menentukan bayangan pada cermin datar melalui diagram sinar, titik bayangan adalah titik potong berkas sinar-sinar pantul. Bayangan bersifat nyata apabila titik potongnya diperoleh dari perpotongan sinar-sinar pantul yang konvergen (mengumpul). LatihanKerjakan di buku tugasmu! 1. Sebutkan sifat- sifat bayangan yang terbentuk pada mikroskop! 2. Berdasarkan jalannya sinar pembentukan bayangan pada mikroskop, jelaskan cara kerja alat optik mikroskop! 3. Sebuah mikroskop dengan titik fokus lensa objektif dan okuler masing-masing 1,8 cm dan 5cm. Perhatikandiagram pembentukan bayangan dari mikroskop di bawah ini Jarak fokus. Perhatikan diagram pembentukan bayangan dari. School Universitas Indonesia; Course Title MATH MISC; Uploaded By GrandProton1756. Pages 221 This preview shows page 100 - 103 out of 221 pages. Olehkarena itu, lensa cekung disebut pula sebagai lensa konvergen. Secara umum, manfaat lensa berfungsi membentuk bayangan cahaya, mengatur jarak fokus cahaya, alat bantu dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagai alat bantu optik. Anda dapat menjumpai penerapan lensa cekung pada kacamata rabun jauh dan sebagai lensa okuler pada mikroskop. June18th, 2018 - Pembentukan Bayangan Teropong Panggung Dengan Mata Tak Berakomodasi Sifat Bayangan Yang Dibentuk Maya Tegak''Alat Alat Optik Mata Dan Kacamata Kamera Lup June 2nd, 2018 - Diagram Sinar Pembentukan Bayangan Pada Teropong Panggung Sebagai Berikut Gambar 15 Pembentukan Bayangan Pada Teropong Panggung ' Saatmata tak berakomodasi, lukisan pembentukan bayangan oleh lup yaitu: Besarnya perbesaran yang dihasilkan saat mata berakomodasi yaitu: Jika mata berjarak d dari lensa : D sd x s s M ` = D = -s` + d. f sd M = BAB 2 - 11 d. Mikroskop Mikroskop adalah alat optik yang terdiri dari dua buah lensa yaitu : Lensa 10X dan 15 X). Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif. h. Lensa obyektif Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri Tentukanjuga besar sudut yang dibentuk oleh sinar datang pada cermin M 1 dan sinar pantul oleh cermin M 2. Jawab: Sinar AB datang pada cermin M 1 dengan sudut datang = ∠B 2 = 65 0. Sesuai hukum 2 pemantulan, maka sudut pantul = sudut datang. ∠B 3 = ∠B 2 = 65 0. Garis N1B adalah normal dari cermin M1, sehingga. ∠B 4 + ∠B 3 = 90 0. Perhatikandiagram trafo berikut ini! Jumlah lilitan sekunder trafo adalah .lilitan 23. Sebuah rumah menggunakan peralatan listrik yang terdiri dari 2 lampu masing-masing 25 W, 3 lampu masing-masing 40 W. Semua lampu digunakan 12 jam per hari, 1 setrika 300 W digunakan 2 jam perhari dan pesawat TV 120 W digunakan 10 jam perhari. . 0% found this document useful 0 votes163 views46 pagesDescriptionaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes163 views46 pagesAlat Optik You're Reading a Free Preview Pages 8 to 13 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 17 to 26 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 31 to 42 are not shown in this preview. Salah satu kegiatan yang mungkin kamu lakukan sebelum berangkat ke sekolah adalah berdiri di depan cermin, untuk melihat apakah kamu sudah rapi atau belum. Bahkan sering kali dalam perjalanan, kamu ditemani cermin. Tahukah kamu bahwa cermin yang kamu pakai untuk berkaca setiap hari adalah sebuah cermin datar? Jika seberkas cahaya mengenai cermin datar maka cahaya tersebut dipantulkan secara teratur. Peristiwa pemantulan cahaya pada cermin datar menyebabkan pembentukan bayangan benda oleh cermin. Bayangan oleh Cermin Datar Apa yang harus kamu persiapkan? 1. Cermin datar berukuran minimal berukuran 30 cm x 30 cm. 2. Pensil, bulpen, buku, botol kecil atau benda lainnya yang ada di sekitar kamu. Apa yang harus kamu lakukan? 1. Letakkan benda, misal botol kecil 15 cm di de-pan cermin datar. 2. Amati bayangan yang terjadi pada cermin. Lakukan percobaan ini dengan cermat dan teliti agar kamu dapat memahami pem-bentukan bayangan pada cermin datar. Selain itu, jangan lupa bekerja sama dan berbagi tugaslah dengan teman satu kelompokmu. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Bayangan yang terbentuk pada cermin datar Setelah kamu mengamati Gambar Jawablah pertanyaan berikut ini! Berapakah panjang gelombang cahaya merah dan biru? a. Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar Pada saat menentukan bayangan pada cermin datar melalui diagram sinar, titik bayangan adalah titik potong berkas sinar-sinar pantul. Bayangan bersifat nyata apabila titik potongnya diperoleh dari perpotongan sinar-sinar pantul yang konvergen mengumpul. Sebaliknya, bayangan bersifat maya apabila titik potongnya merupakan hasil perpanjangan sinar-sinar pantul yang divergen menyebar. Bayangan pada cermin datar bersifat maya. Titik bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar-sinar pantul yang digambarkan oleh garis putus-putus. Untuk melukis pembentukan bayangan pada cermin datar dengan diagram sinar, ikutilah langkah-langkah berikut ini. 1 Lukis sebuah sinar dari benda menuju cermin dan dipantulkan ke mata, sesuai hukum pemantulan cahaya, yaitu sudut sinar datang harus sama dengan sudut sinar pantul. 2 Lukis sinar kedua sebagaimana langkah pertama. 3 Lukis perpanjangan sinar-sinar pantul tersebut di belakang cermin sehingga berpotongan. Perpotongan sinar-sinar pantul tersebut merupakan bayangan benda. 4 Jika diukur dari cermin, jarak benda terhadap cermin s harus sama dengan jarak bayangan terhadap cermin s. Berdasarkan percobaan bayangan pada cermin datar, jawab dan tuliskan jawabanmu pada buku IPA! 1 Dimanakah letak bayangan yang dapat kamu amati pada cermin? 2 Bagaimanakah ukuran bayangan jika dibandingkan dengan ukuran benda? Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Pembentukan pada cermin datar Keterangan S = Jarak benda terhadap cermin s = Jarak bayangan terhadap cermin S S 1 Cermin Cekung Cermin lengkung adalah cermin yang permukaannya melengkung yang disebut juga lengkung sferis. Ada dua jenis cermin lengkung sederhana yaitu cermin silinder dan cermin bola. Pada subbab ini, kamu hanya akan mempelajari cermin bola, khususnya tentang cermin cekung dan cembung. Cermin cekung dan cembung dianggap sebagai irisan permukaan yang berbentuk bola. Cermin cekung merupakan irisan permukaan bola yang bagian mengkilapnya terdapat di dalam sedangkan irisan permukaan bola yang bagian mengkilapnya terdapat di luar adalah cermin cembung. Agar dapat memahami unsur-unsur pada cermin cekung dan cembung. Perhatikan Gambar Bagian M adalah titik pusat kelengkungan cermin, yaitu titik pusat bola. Titik tengah cermin adalah O. Sumbu utama yaitu, OM, garis yang menghubungkan titik M dan O. Sudut POM adalah sudut buka cermin jika titik P dan M adalah ujung-ujung cermin. Berdasarkan Gambar maka kita dapat menentukan unsur-unsur cermin lengkung, yaitu sebagai berikut. a. Pusat kelengkungan cermin Pusat kelengkungan cermin merupakan titik di pusat bola yang diiris menjadi cermin. Pusat kelengkungan cermin biasanya disimbolkan dengan M. b. Vertex Vertex merupakan titik di permukaan cermin dimana sumbu utama bertemu dengan cermin dan disimbolkan dengan O. Pernahkah kamu mendengar istilah “cermin seribu bayangan”? Wahana ini biasanya ada di tempat-tempat wisata. Melalui cermin tersebut kamu dapat melihat secara langsung jumlah bayangan yang begitu banyak ketika kamu berada di antara dua cermin datar saling berhadapan dengan sudut tertentu. Nah, Bagaimana hal ini dapat terjadi? Apabila dua buah cermin datar diletakkan saling berhadapan bagian depan cermin menghadap ke ruang yang sama dan mengapit besar sudut tertentu, maka kedua cermin ini akan membentuk bayangan yang banyaknya bergantung pada besar sudut antara kedua cermin. Agar kamu dapat memahami penjelasan di atas, perhatikan Gambar Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Pembentukan pada dua buah cermin datar Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Penampang melintang cermin cekung dan cembung 2f = R c. Titik api titik fokus Titik api adalah titik pertengahan antara vertex dan pusat kelengkungan cermin dan disimbolkan dengan F. d. Jari-jari kelengkungan cermin Jari-jari kelengkungan cermin adalah jarak dari vertex ke pusat kelengkungan cermin. Jari-jari kelengkungan cermin biasanya disimbolkan dengan R. e. Jarak fokus Jarak fokus cermin adalah jarak dari vertex ke titik api dan disimbolkan dengan f. Hukum pemantulan kedua yang menyatakan besar sudut datang sama dengan sudut pantul, berlaku pula untuk cermin lengkung. Pada cermin lengkung, garis normal adalah garis yang menghubungkan titik pusat lengkung cermin M dan titik jatuhnya sinar. Jadi, garis normal pada cermin lengkung berubah-ubah, bergantung pada titik jatuh sinar. Misalnya, jika sinar datang dari K mengenai cermin cekung di B, maka garis normalnya adalah garis MB dan sudut datangnya adalah sudut KBM = α. Sesuai hukum pemantulan, maka sudut pantulnya, yaitu sudut MBC = α dan sinar pantulnya adalah sinar BC. Sinar datang dari K mengenai cermin cekung di D, maka garis normalnya adalah garis MD dan sudut datangnya adalah sudut KDM = β. Sesuai hukum pemantulan, maka sudut pantulnya, yaitu sudut MDC = β, sedangkan sinar pantulnya adalah sinar DC. Hal yang sama berlaku juga pada cermin cembung. Sinar-sinar Istimewa pada Cermin Cekung a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus. b. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama. c. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui titik pusat kelengkungan cermin pula. Sinar yang jatuh di B Sinar yang jatuh di D Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Pemantulan pada cermin cekung Untuk melukis bayangan pada cermin cekung diperlukan minimal dua buah sinar istimewa. Akan tetapi, hasil akan lebih baik dan meyakinkan jika dilukis dengan tiga sinar istimewa sekaligus dengan langkah-langkah sebagai berikut. a Pilih sebuah titik pada bagian ujung atas benda dan lukis dua sinar datang melalui titik tersebut menuju cermin. b Setelah sinar-sinar datang tersebut mengenai cermin, pantulkan kedua sinar tersebut sesuai kaidah sinar istimewa cermin cekung. c Tandai titik potong sinar pantul sebagai tempat bayangan benda. d Lukis perpotongan sinar-sinar pantul tersebut. Melukis pembentukan bayangan oleh cermin cekung Benda berada pada jarak lebih dari R Benda di antara cermin dan F Benda di titik fokus F Benda maya Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Sinar-sinar istimewa pada pemantulan cermin cekung. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Benda pada jarak lebih dari R, bayangannya terbalik, dan nyata. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Benda pada jarak kurang dari f, bayangannya tegak, dan maya. F F Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Benda di F, bayangannya berada di tak terhingga. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Benda maya, bayangannya tegak, nyata, dan diperkecil. F F Persamaan Cermin Cekung Persamaan cermin cekung digunakan untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara jarak benda ke cermin s, jarak bayangan ke cermin s’, panjang fokus f, dan jari-jari kelengkungan cermin R. Jika dirumuskan adalah Selain persamaan tersebut kamu juga harus mengetahui rumus perbesaran pada cermin cekung. Rumus ini digunakan untuk mengetahui berapa kali perbesaran yang dihasilkan oleh pemantulan pada cermin cekung. Rumus perbesaran pada cermin cekung adalah Catatan h’ positif + menyatakan bayangan adalah tegak dan maya h’ negatif - menyatakan bayangan adalah terbalik dan nyata 2 Cermin Cembung Sinar-sinar Istimewa pada Cermin Cembung Pada cermin cembung juga berlaku hukum-hukum pemantulan, yaitu besarnya sudut datang sama dengan besarnya sudut pantul. Selain itu, pada cermin cembung juga berlaku sinar-sinar istimewa yaitu a Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik fokus F. b Sinar yang datang menuju titik fokus F dipantulkan sejajar sumbu utama. c Sinar yang datang menuju titik pusat kelengkungan cermin seolah-olah berasal dari titik pusat kelengkungan tersebut. f s’= jarak bayangan layar ke cermin Keterangan s’= jarak bayangan layar ke cermin h’= tinggi bayangan Untuk melukis bayangan pada cermin cembung dibutuhkan minimal dua buah sinar istimewa dengan langkah-langkah sebagai berikut. a Pilih sebuah titik pada bagian ujung atas benda dan lukis dua sinar datang melalui titik tersebut menuju cermin. b Setelah sinar-sinar datang tersebut mengenai cermin, pantulkan kedua sinar tersebut sesuai kaidah sinar istimewa pada cermin cembung. c Tandai titik potong sinar-sinar pantul atau perpanjangan sinar-sinar pantul sebagai tempat bayangan benda. d Lukis bayangan benda pada perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul tersebut. Persamaan Cermin Cembung Masih ingat dengan persamaan pada cermin cekung? Rumus-rumus yang berlaku untuk cermin cekung juga berlaku untuk cermin cembung. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan yaitu titik fokus F dan titik pusat kelengkungan cermin M untuk cermin cembung terletak di belakang cermin. Oleh karena itu, dalam menggunakan persamaan cermin cembung jarak fokus f dan jari-jari cermin R selalu dimasukkan bertanda negatif. Catatan Dalam cermin cembung harga f dan R bernilai negatif - Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Sinar-sinar istimewa pada pemantulan cermin cembung F M C Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar 10. 17 Lukisan pembentukan bayangan oleh cermin cembung 3. Lensa Pembentukan Bayangan pada Lensa Pernahkah kamu menggunakan lup? Lup memiliki bagian utama berupa lensa cembung yang berfungsi untuk memperbesar ukuran benda yang akan diteliti. Lensa adalah benda bening yang memiliki permukaan berbentuk cekung atau cembung dan berfungsi untuk membiaskan cahaya. Lensa secara umum ada yang berbentuk cembung dan cekung. Perhatikan Gambar Sinar-sinar istimewa pada Pembiasan Cahaya oleh Lensa Cembung Seperti pada pemantulan cahaya oleh cermin cembung dan cermin cekung, pembiasan cahaya pada lensa cembung dan cekung juga terdapat sinar-sinar istimewa sebagai berikut. M a Suatu sinar datang sejajar sumbu utama lensa akan dibiaskan menuju titik fokus Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Lup M2 F2 M2 F2 F1 M1 F1 M1 Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Lensa cembung dan lensa cekung Ingatlah kembali tentang peristiwa pembiasan. Saat melalui 2 medium yang berbeda, besar kecepatan cahaya akan berubah, sehingga cahaya akan tampak dibelokkan, seperti pada peristiwa sendok yang tampak bengkok bila diletakkan di dalam gelas berisi air. Melukis Pembentukan Bayangan pada Lensa Menggunakan Diagram Sinar Bagaimanakah cara melukis pembentukan bayangan pada lensa? Jika sebuah benda diletakkan di depan lensa cembung akan membentuk bayangan, seperti ditunjukkan pada Gambar Pembentukan bayangan pada lensa cembung membutuhkan sekurang-kurangnya dua sinar istimewa. Sifat bayangan yang terbentuk pada lensa cembung bergantung pada posisi benda. Sifat bayangan pada lensa cembung dapat ditentukan melalui bantuan diagram sinar dan sinar-sinar istimewa. Selain melalui kegiatan di atas, sifat-sifat bayangan benda oleh lensa cembung juga dapat ditentukan melalui dalil Esbach sebagai berikut. a Jumlah nomor ruang benda R dengan nomor ruang bayangan R’ sama dengan lima. b Untuk setiap benda yang nyata dan tegak, maka semua bayangan di depan cermin adalah nyata dan terbalik dan semua bayangan di belakang bayangan adalah nyata dan tegak. M2 F2 F1 M1 2 Suatu sinar datang melalui titik fokus pasif F2 di depan lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Sinar istimewa pada lensa cembung M2 F2 F1 M1 3 Suatu sinar datang melalui pusat optik lensa O akan diteruskan tanpa dibiaskan. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Pembentukan Bayangan oleh Lensa Cembung S0 M2 F2 M1 S1 F1 M2 F2 F1 M1 Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Penentuan sifat bayangan oleh lensa cembung berdasarkan dalil Esbach c Jika nomor ruang bayangan lebih besar dari nomor ruang benda, maka bayangan diperbesar. d Jika nomor ruang bayangan diperkecil daripada nomor ruang benda, maka bayangan diperkecil Catatan • Untuk lensa cembung, benda yang terletak di titik fokus positif F2, maka bayangan terletak di tak hingga. • Untuk lensa cembung, benda yang terletak di M2 bayangannya terletak di M1 dan bersifat maya, terbalik, dan sama besar. Pembiasan pada Lensa Cekung Pada pembiasan lensa cekung juga berlaku sinar-sinar istimewa ketika kita hendak membuat bayangan pada lensa. Sinar-sinar istimewa pada pembiasan cahaya oleh lensa cekung adalah sebagai berikut. M1 F1 F1 F1 F2 F2 F2 M1 M1 M2 M2 M2 1. Sinar datang sejajar sumbu utama lensa seolah-olah dibiaskan berasal dari titik fokus aktif F1 di depan lensa. 2. Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus pasif F1 di depan lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama. 3. Sinar datang melalui pusat optik lensa O akan diteruskan tanpa dibiaskan. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Sinar istimewa pada lensa cekung Sifat bayangan yang terbentuk pada lensa cekung bergantung pada posisi benda. Sifat bayangan pada lensa cekung dapat ditentukan melalui bantuan diagram sinar dan sinar-sinar istimewa. Selain melaui kegiatan di atas, sifat-sifat bayangan benda oleh lensa cekung juga dapat ditentukan melalui dalil Esbach seperti pada lensa cembung. Perhatikan kembali dalil Esbach yang sudah pernah kamu pelajari sebelumnya, dan perhatikan gambar Catatan Untuk lensa cekung, benda yang terletak di depan lensa akan menghasilkan bayangan maya, tegak, diperkecil, dan terletak di depan lensa. Persamaan pada Lensa Persaman yang berlaku pada lensa cembung juga berlaku pada lensa cekung. Jadi, untuk menentukan hubungan antara jarak fokus f, jarak bayangan Si, dan jarak benda So adalah sebagai berikut Kuat Lensa D Setiap lensa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam mengumpulkan atau menyebarkan sinar. Kemampuan lensa dalam mengumpulkan atau menyebarkan sinar disebut kuat lensa D dan memiliki satuan dioptri. Kuat lensa merupakan kebalikan dari panjang fokus. Secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut. M1 M2 Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Penentuan sifat bayangan oleh lensa cekung Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Penentuan sifat bayangan oleh lensa cekung berdasarkan dalil Esbach M2 F2 F1 M1 Si So f 1 1 1 = + D 1 = f B. Pemanfaatan Alat Optik dalam Kehidupan Sehari- Contoh dan Latihan Soal Alat dan Kacamata Sumber Dalam proses melihat, mata mengalami peristiwa pembiasan yang tidak hanya terjadi pada lensa mata. Sejak cahaya masuk melewati kornea, cahaya sudah mengalami pembiasan karena cahaya melalui medium yang berbeda. Cahaya mengalami pembiasan oleh kornea, aqueous humor cairan mata di antara kornea dan lensa, lensa mata, dan vitreous humor cairan mata di antara lensa dan retina hingga akhirnya diterima oleh retina mata. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai anatomi mata, silahkan buka buku biologi atau literatur lain. Pada kegiatan pendalaman materi BdR pertemuan 5 ini hanya lensa mata yang akan dibahas secara fisis. Lensa mata merupakan salah satu contoh alat optik yakni lensa cembung. Pada mata yang normal, lensa mata dibantu oleh otot siliaris memiliki kemampuan untuk mengatur sendiri tingkat kecembungan lensa agar selalu menghasilkan bayangan yang jelas auto focus. Kemampuan lensa mata dalam mengatur kecembungannya sehingga fokusnya dapat berubah dengan sendirinya dikenal dengan istilah akomodasi atau daya akomodasi mata. Berkaitan dengan kemampuan lensa mata untuk berakomodasi, terdapat tiga kondisi lensa mata ketika sedang digunakan untuk melihat membentuk bayangan yaitu sebagai Mata Tidak Berakomodasi Saat dalam kondisi ini, otot siliaris akan relaksasi sehingga lensa mata akan menjadi lebih pipih tapi tetap berupa lensa cembung sehingga panjang fokus lensa akan maksimum. Hal ini terjadi karena objek atau benda yang dilihat berada di tempat yang jauh biasanya sejauh mata memandang/ jauh tak hingga atau tergantung titik jauh mata. *Titik fokus lensa tepat berada di retina tempat terbentuknya bayangan.2. Mata Berakomodasi Maksimum Saat dalam kondisi ini, otot siliaris akan berkontraksi sehingga lensa mata akan berada dalam kondisi paling cembung sehingga panjang fokus lensa akan menjadi minimum. Hal ini terjadi karena objek atau benda yang dilihat berada di jarak yang paling dekat dari mata yang masih bisa dilihat biasanya sekitar 25 cm atau tergantung titik dekat mata. *Titik fokus lensa berada di depan retina tempat terbentuknya bayangan.3. Mata Berakomodasi pada Jarak X Tertentu Saat dalam kondisi ini, otot siliaris akan berkontraksi namun tidak sampai membuat lensa mata dalam kondisi paling pembahasan mengenai mata, titik jauh mata juga dikenal dengan istilah punctumremotum PR sedangkan titik dekat mata dikenal dengan istilah punctum proximumPP.a. Mata Normal Emetropi PP = 25 cm PR = ∞b. Mata Plus Hipermetropi/ Rabun Dekat PP > 25 cm PR = ∞ normalPenglihatan penderita hipermetropi akan kabur ketika melihat benda yang terletak padajarak baca PP. Agar dapat melihat dengan jelas pada jarak tersebut, penderitahipermetropi dapat ditolong dengan penggunaan lensa cembung. Lensa cembung akanmembuat benda yang diletakkan di jarak baca seolah-olah bergeser ke titik dekat matapenderita hipermetropi PP sehingga dapat terlihat jelas. Kuat lensa cembung dapatditentukan dengan persamaanP = 100 dimana P = kuat lensa dioptri atau D f f = jarak atau panjang fokus cmUntuk lebih memahami perhitungannya, perhatikan contoh soal 1Suatu hari ayah Bima ingin membaca koran namun beliau lupa dimana meletakkankacamata untuk terakhir kali. Ayah Bima tetap ingin melanjutkan untuk membaca korantanpa kacamata. Saat koran dipegang seperti saat sedang mengunakan kacamata, yaitupada jarak baca normal = 25 cm, ayah Bima tidak dapat membaca dengan jelas. Olehsebab itu, beliau menggeser koran sedikit menjauhi mata hingga berada pada jarak 50 kuat lensa kacamata ayah Bima?Pembahasan Cara IDik. s = 25 cm jarak baca normal. Jika tidak disebutkan di soal, gunakan 25 cm s’ = -50 cm s’ = PPhipermetropi, yakni tempat benda diletakkan jika tanpa kacamata dan bernilai negatif karena semua bayangan yang keluar dari kacamata bersifat mayaDit. P?Jawab 111 100f = s + s′ P= f 11 100 = 25 + −50 = 50 P = 2 dioptri 2 −1 = 50 + 5011f = 50f = 50 cmPembahasan Cara IIDik. PPnormal = 25 cm jarak baca normal. Jika tidak disebutkan, gunakan 25 cm PPhipermetropi = 50 cm cara II tidak perlu diberi tanda min karena di rumus sudah langsung negatifDit. P?Jawab 100 100 P = PPnormal − PPhiper 100 100 = 25 − 50 =4−2 P = 2 dioptri *hasilnya sama seperti cara I*Saat mengerjakan soal-soal, silahkan gunakan cara II tapi jangan lupa pelajari pula prinsippengerjaan dengan cara IContoh 2Setiap akan membaca buku, Pak Budi selalu mengenakan kacamatanya yang berukuran+2 D agar dapat membaca pada jarak normal. Jika tanpa menggunakan kacamata, padajarak berapa beliau harus memegang buku?Pembahasan Cara IDik. P = +2 D s = 25 cm jarak baca normalDit. s’? s’ = PP, yakni tempat benda diletakkan jika tanpa kacamataJawab 1 11 50 = s + s′ 100 1 11P= f 50 = 25 + s′ 1 11 100 50 − 25 = s′2= f 1 21 50 − 50 = s′ f = 50 cm 11 − 50 = s′ −50 cm = s′ *hasil s’ bernilai negatif karena semua bayangan yang keluar dari kacamata bersifat Pak Budi harus meletakkan buku pada jarak 50 cm saat beliau tidakmenggunakan Cara IIDik. P = +2 D PPnormal = 25 cm jarak baca normalDit. PPhipermetropi? dimana buku diletakkan jika tanpa kacamataJawab 100 100 100 P = PPnormal − PPhiper −2 = − PPhiper 100 100 PPhiper = 100 = 50 cm 2 = 25 − PPhiper 2 100 *hasilnya sama seperti cara I 2 = 4 − PPhiper 100 2 − 4 = − PPhiper*Saat mengerjakan soal-soal, silahkan gunakan cara II tapi jangan lupa pelajari pula prinsippengerjaan dengan cara ILatihan Soal Hipermetropi 1. Suatu hari ibu ingin membaca buku resep masakan namun beliau lupa dimana meletakkan kacamata untuk terakhir kali. Ibu tetap harus melanjutkan membaca buku resep karena bahan kue sudah terlanjur dibeli. Saat buku resep dipegang pada jarak baca normal, ibu tidak dapat membaca dengan jelas. Oleh sebab itu, beliau menggeser koran sedikit menjauhi mata hingga berada pada jarak 40 cm. Berapakah kuat lensa kacamata ibu? kunci jawaban +1,5 D 2. Bu Ira selalu mengenakan kacamatanya yang berukuran +2,5 D agar dapat membaca buku favoritnya pada jarak normal. Jika tanpa menggunakan kacamata, pada jarak berapa beliau harus memegang buku? kunci jawaban 66,67 cm 3. Seorang hipermetropi memiliki titik dekat 80 cm. Tentukan kekuatan kacamata agar ia dapat melihat normal. kunci jawaban +2,75 D c. Mata Minus Miopi/ Rabun Jauh PP = 25 cm normal PR gambar berikut. Ok S’ok = ∞ Ob d Fok FobSob = ∞ S’ob Sok*titik fokus objektif dan okuler berimpit*bayangan lensa objektif jatuh tepat di titik fokus objektif sehingga besar S’ob = fob*bayangan lensa objektif merupakan benda untuk lensa okuler. Sehingga Sok = fok*jangan lupa bahwa fob ≠ fok karena untuk teropong fob > fok. Yang sama adalah letak titik fokusnya F bukan panjang/jarak fokusnya f.Berdasarkan gambar di atas maka persamaan-persamaan dasar untuk teropong bintangdengan mata tidak berakomodasi adalah sebagai teropong bintang d d = fob + fokPerbesaran total teropong bintang Mtotal Mtotal = Mob . Mok Mtotal = s′ob . s′ok sob sok Mtotal = fob . ∞ ∞ fok Mtotal = fob fokUntuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal 1Sebuah teropong bintang memiliki jarak fokus obyektif 100 cm dan jarak fokus okulernya2 cm. Berapakah panjang teropong dan perbesaran totalnya?PembahasanDik. fob = 100 cm fok = 2 cm karena tidak disebutkan bagaimana kondisi mata saat teropong digunakan maka dianggap teropong dalam penggunaan normal, yakni tidak a. d?Jawab b. M? b. Mtotal = fob a. d = fob + fok fok = 100 + 2 = 102 cm 100 = 2 = 50 kali2. Teropong Bumi Teropong MedanTeropong bumi adalah teropong yang digunakan untuk melihat benda-benda jauhyang ada di permukaan bumi. Teropong bumi terdiri dari tiga lensa positif, yaitu lensaobjektif, lensa pembalik dan lensa okuler. Lensa pembalik hanya bertugas untuk membalikagar bayangan akhir yang dihasilkan tetap tegak seperti objek gambar berikut. Pembalik S’ok = ∞ + 2Fpembalik Fob FokSob = ∞ S’ob Sok*bayangan lensa objektif jatuh tepat di titik fokus objektif sehingga besar S’ob = fob*titik fokus objektif berimpit dengan titik 2F lensa pembalik*titik 2F lensa pembalik juga tepat berimpit dengan titik fokus okuler*lensa pembalik tidak berfungsi untuk memperbesar. Tugasnya hanya membalik bayanganBerdasarkan gambar di atas maka persamaan-persamaan dasar untuk teropong bumi denganmata tidak berakomodasi adalah sebagai teropong bumi d d = fob + 4 fpembalik + fokPerbesaran total teropong bumi Mtotal Mtotal = Mob . Mok Mtotal = s′ob . s′ok sob sok Mtotal = fob . ∞ ∞ fok Mtotal = fob fokUntuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal 1Sebuah teropong bumi digunakan pengamat untuk mengamati benda yang berjarak takhingga. Jika arak fokus lensa objektif 50 cm, lensa pebalik 4 cm, dan lensa okuler 5 cmmaka berapakah perbesaran dan panjang alat optik tersebut jika digunakan dalam kondisimata tidak berakomodasi?PembahasanDik. fob = 50 cm fp = 4 cm fok = 5 cmDit. a. M? b. d?Jawab a. Mtotal = fob b. d = fob + 4 fp + fok fok = 50 + 4 . 4 + 5 = 71 cm 50 = 5 = 10 kali3. Teropong Panggung Teropong Galileo Teropong panggung memiliki fungsi yang mirip seperti teropong bumi namun tidakmenggunakan lensa pembalik. Tugas untuk membalik bayangan agar tetap tegak sepertikondisi objek asli dilakukan oleh lensa cekung. Oleh karena itu, teropong panggung terdiridari satu lensa positif sebagai lensa objektif dan satu lensa negatif sebagai lensa okuler.Perhatikan gambar berikut. Ob + Ok - Fok Fob Fob Fok fok fob d*bayangan lensa objektif jatuh tepat di titik fokus objektif*titik fokus objektif berimpit dengan titik fokus okuler*nilai fok negatif karena lensa cekungBerdasarkan gambar di atas maka persamaan-persamaan dasar untuk teropong panggungdengan mata tidak berakomodasi adalah sebagai teropong panggung d d = fob + −fokPerbesaran total teropong panggung Mtotal Mtotal = Mob . Mok Mtotal = s′ob . s′ok sob sok Mtotal = fob . ∞ ∞ fokMtotal = fob fokUntuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal 1Sebuah teropong Galileo mempunyai perbesaran 16 kali dan mempunyai jarak fokusobjektif 160 cm. Hitunglah panjang teropong ini apabila ketika pengamatan kondisi matapengamat tidak M = 16 kali fob = 160 cmDit. d?Jawab Mtotal = fob d = fob + − fok fok = 160 + −10 = 150 cm 160 16 = fok 160 fok = 16 fok = 10 cmLatihan Soal 1. Teropong bintang memiliki perbesaran 10 kali. Bila jarak titik api objektifnya 50 cm maka berapakah panjang teropong? kunci jawaban d = 55 cm 2. Sebuah teropong bumi dengan fokus lensa obyektif 100 cm, fokus lensa okulernya 25 cm dan fokus pembaliknya 1 cm. Tentukan panjang teropong dan perbesarannya. kunci jawaban d = 129 cm; M = 4 kali 3. Sebuah teropong panggung memiliki perbesaran 6 kali. Jarak lensa objektif dan okulernya 30 cm. Berapakah jarak fokus lensa okulernya? kunci jawaban fok = 6 cm

perhatikan diagram pembentukan bayangan alat optik x